Minggu, 08 Oktober 2017

KENAKALAN REMAJA

    Maraknya Kenakalan Remaja di Kalangan Pelajar
Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah. Pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang punggung sebuah negara. Statement demikian memanglah benar, remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. Di tangan remajalah tergenggam arah masa depan bangsa ini.
Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja.Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
a.       Pergaulan Bebas
      b.      Perkelahian antar pelajar
c.       Penyalahgunaan Narkoba     
     d.      Minum-minuman keras    
     e.       Kriminalitas


1.      Kegagalan prestasi sekolah atau pergaulan.
Banyak siswa yang terpaksa melakukan tindakan nakal/negarif sebagai pelampiasan emosi atau amarah seperti siswa yang gagal dalam ulangan, tes, ujian, tinggal kelas, tidak lulus ujian dan sebagainya.
2.      Kekurangan dalam pembentukan hati nurani
Pendidikan agama intensif dan kuat yang diberikan kepada anak sejak kecil dapat dijadikan benteng moral yang koko, sebagai penyaring pengaruh-pengaruh yang tidak baik yang datang dari luar.
3.      Lingkungan keluarga atau faktor dari rumah.
Keadaan keluarga yang terpecah (broken home) maupun keluarga yang broken home semua (quasi broken home), keduanya memberikan potensi yang kuat dalam membuat siswa menjadi melakukan tindakan nakal di sekolah maupun di masyarakat. Rumah tangga yang berantakan dapat membawa pengaruh psikologis buruk bagi perkembangan mental dan pendidikan anak. Karena dasar pribadi anak terutama dibentuk dalam lingkungan rumah tangga.
  Alternatif Pemecahan Kenakalan Remaja
1.      Kegagalan yang mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan.
2.      Adanya motifasi dari keluarga,guru,dan teman sebaya untuk melakukan  point pertama
3.      Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis,komunikatif,dan nyaman bagi remaja.
4.      Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan dikomunitas mana remaja harus bergaul.
5.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

0 komentar:

Posting Komentar